Keluhkan Sumber Air Sulit: Warga Dusun Gambaranyar Andalkan PAMSIMAS Sebagai Solusi
![]() |
| Aliran Sungai Bladak di Lereng Gunung Kelud, 28/12/25, (Foto: LPM Bhanu Tirta) |
Persma Bhanu Tirta - Bermukim di dataran tinggi
khususnya perbukitan membuat warga Dusun Gambaranyar, Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok,
Kabupaten Blitar, kesulitan mendapatkan air. Hal ini memicu terjadinya keresahan
warga akibat krisis air. Sumber air yang tersedia berada jauh di
dalam hutan, tepatnya ada di sebelah timur perkampungan, Minggu, (28/12/2025).
“Itu kan (sumber) sumur resapan ya mas, dari
akar-akar pohon yang ada di hutan, jadi untuk kebutuhan desa ya kurang
mencukupi" Jelas Kepala Dusun Gambaranyar, Eko Novianto pada
28/12/25.
Letak geografis Dusun Gambaranyar
yang berada di dataran tinggi, Lereng Gunung Kelud, membuat sumber air jauh
berada di bawah tanah. Sehingga jika melakukan pengeboran sumur, harus membuat
lubang yang cukup dalam.
Eko menjelaskan, masyarakat sempat
mengeluhkan sulitnya mencari sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan
hasil musyawarah pemerintah desa bersama masyarakat, akhirnya pada tahun 2011 terbentuk
kelompok Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Masyarakat
(PAMSIMAS).
"Masyarakat Desa Sumberasri pernah
mendatangi perangkat desa setempat untuk mengeluhkan adanya krisis air mas," Ujar Pria berusia 30-an tersebut.
Pengambilan sumber air oleh PAMSIMAS berasal dari Sungai Bladak yang
berada di sebelah utara candi Gambarwetan. Pengambil air tersebut menggunakan
pipa berdiameter 3 inci yang melewati lereng-lereng perbukitan.
Melalui pengairan tersebut, dapat mencakup 3 desa
atau sekitar 330 Kepala Keluarga (KK). Sedangkan di Desa Sumberasri sendiri
terdapat 120 KK yang terdaftar pada data PAMSIMAS. Mengenai biaya perawatannya,
pemerintah desa menggunakan sistem berbayar senilai Rp. 10.000 per-KK dan
beberapa menggunakan sistem meteran.
Penulis: Neha, Diah, Bahrul, Kana, Laila
Editor: Fufut Shokhibul




